JENIS-JENIS TEMPE
Tempe ini merupakan tempe yang sangat populer bisa
dikatakan paling populer di masyarakat dibanding tempe-tempe jenis lain. Tempe kedelai
berasal dari fragmentasi jamur RIZHOPUS oligosporus pada kacang kedelai. Proses
pembuatan tempe kededalai ini dbagi menjadi dua bagian berdasarkan bahan
pembukusnya yaitu daun pisang atau plastik.
Perbedaan bahan pembungkus ini juga akan
menghasilkan tempe cita rasa dan karakteristik yang berbeda. Tempe bungkus daun
pisang lebih beraroma untuk dibandingkan dengan tempe bungkus plastik.
Pada tempe bungkus plastik, kerapatan tempe
cenderung kurang padat. Hasil dari tempe bungkus plastik memang tidak
memberikan aroma yang khas seperti tempe bungkus daun pisang tetapi penyimpanan
tempe ini tergolong lebih lama. Tempe kedalai ini mudah didapatkan dan harganya
terjangkau.
Tempe menjes atau tempe gembus
Tempe ini berasal dari ampas tahu dengan tekstur
yang empuk. Tempe gembus belum dikenal orang sebelum terjadinya perang dunia
kedua dan baru mulai dimakan penduduk di jawa sekitar tahun 1943 ketika persediaan
makanan dipedesaan mulai menipis. Ampas tahu ini diolah dengan cara memberi
ragi dan dibungkus kecil-kecil kemudian didiamkan selama semalam untuk proses
terjadinya pertumbuhan jamur yang membuat warna tempe gembus menjadi keputihan.
Tempe ini dikenal juga dengan tempe genjes di daerah banyumas dan di jawa timur
dikenal dengan tempe menjes.
Tempe ini harus dikonsumsi minimal 28 jam setelah
proses produksi selesai. Tempe ini biasanya diolah dengan cara digoreng,
ditumis ataupun dimasak dengan santan.
Salah satu olahan tempe gembus yang cukup terkenal
didaerah solo adalah sate kere. Sate kere ini adalah olahan tempe gembus yang
dibakar dan disajikan bersama lontong dengan bumbu sate. Tetapi biasanya tempe
ini disajikan dengan digoreng dengan cabe rawit.
Tempe bunguk
Tempe ini terbuat dari biji bunguk yang berasal
dari dari kacang koro yang masih satu rumpun dengan kacang kapri dan kacang
buncis. Besar bijinya kurang lebih seperti biji kopi atau kelereng. Bentuknya lonjong
dan agak pipih serta berwaarna keabu-abuan.
Karena biji bunguk terdapat racun sianida, maka
biji ini harus diredam dahulu dengan air selama satu dua hari agar kandungan
racunya mudah dihilangkan. Sehingga racunya hilang dengan sendirinya. Tempe ini
mempunyai warna coklat tua dan banyak ditemukan di pasar tradisional daerah
yogyakarta.
Tempe kacang hijau atau tempe kacang merah
Penggunaan tempe kacang hijau atau tempe kacang
merah masih dalama tahap penelitian di bidang pangan untuk menggantikan tempe kacang
kedelai.
Tempe ini sudah dijual di beberapa pasar di
yogyakarta. Rasa dan kandungan gizi tempe ini tidak jauh berbeda dengan tempe
kedelai.
Tempe lupin
Karena tempe dari kacang kedelai kadang kedelainya
harganya fluktiatif maka dibuatlah tempe dari kacang lupin merupakan tanaman
kacang-kacangan dari Australia. Tempe lupin justru terkenal di daerah malang.
Tempe ini mempunyai rasa yang sedikit asam dan
tekstur yang lengket tetapi warnya yang kuning cerah menjadikanya lebih menarik
dibandingkan dengan tempe kedelai. Tempe ini sering diolah menjadi kripik tempe
