Kamis, 05 Januari 2017

JENIS-JENIS TEMPE

JENIS-JENIS TEMPE
Tempe kedelai

Tempe ini merupakan tempe yang sangat populer bisa dikatakan paling populer di masyarakat dibanding tempe-tempe jenis lain. Tempe kedelai berasal dari fragmentasi jamur RIZHOPUS oligosporus pada kacang kedelai. Proses pembuatan tempe kededalai ini dbagi menjadi dua bagian berdasarkan bahan pembukusnya yaitu daun pisang atau plastik.
Perbedaan bahan pembungkus ini juga akan menghasilkan tempe cita rasa dan karakteristik yang berbeda. Tempe bungkus daun pisang lebih beraroma untuk dibandingkan dengan tempe bungkus plastik.
Pada tempe bungkus plastik, kerapatan tempe cenderung kurang padat. Hasil dari tempe bungkus plastik memang tidak memberikan aroma yang khas seperti tempe bungkus daun pisang tetapi penyimpanan tempe ini tergolong lebih lama. Tempe kedalai ini mudah didapatkan dan harganya terjangkau.
Tempe menjes atau tempe gembus
Tempe ini berasal dari ampas tahu dengan tekstur yang empuk. Tempe gembus belum dikenal orang sebelum terjadinya perang dunia kedua dan baru mulai dimakan penduduk di jawa sekitar tahun 1943 ketika persediaan makanan dipedesaan mulai menipis. Ampas tahu ini diolah dengan cara memberi ragi dan dibungkus kecil-kecil kemudian didiamkan selama semalam untuk proses terjadinya pertumbuhan jamur yang membuat warna tempe gembus menjadi keputihan. Tempe ini dikenal juga dengan tempe genjes di daerah banyumas dan di jawa timur dikenal dengan tempe menjes.
Tempe ini harus dikonsumsi minimal 28 jam setelah proses produksi selesai. Tempe ini biasanya diolah dengan cara digoreng, ditumis ataupun dimasak dengan santan.
Salah satu olahan tempe gembus yang cukup terkenal didaerah solo adalah sate kere. Sate kere ini adalah olahan tempe gembus yang dibakar dan disajikan bersama lontong dengan bumbu sate. Tetapi biasanya tempe ini disajikan dengan digoreng dengan cabe rawit.
Tempe bunguk
Tempe ini terbuat dari biji bunguk yang berasal dari dari kacang koro yang masih satu rumpun dengan kacang kapri dan kacang buncis. Besar bijinya kurang lebih seperti biji kopi atau kelereng. Bentuknya lonjong dan agak pipih serta berwaarna keabu-abuan.
Karena biji bunguk terdapat racun sianida, maka biji ini harus diredam dahulu dengan air selama satu dua hari agar kandungan racunya mudah dihilangkan. Sehingga racunya hilang dengan sendirinya. Tempe ini mempunyai warna coklat tua dan banyak ditemukan di pasar tradisional daerah yogyakarta.
Tempe kacang hijau atau tempe kacang merah
Penggunaan tempe kacang hijau atau tempe kacang merah masih dalama tahap penelitian di bidang pangan untuk menggantikan tempe kacang kedelai.
Tempe ini sudah dijual di beberapa pasar di yogyakarta. Rasa dan kandungan gizi tempe ini tidak jauh berbeda dengan tempe kedelai.
Tempe lupin
Karena tempe dari kacang kedelai kadang kedelainya harganya fluktiatif maka dibuatlah tempe dari kacang lupin merupakan tanaman kacang-kacangan dari Australia. Tempe lupin justru terkenal di daerah malang.

Tempe ini mempunyai rasa yang sedikit asam dan tekstur yang lengket tetapi warnya yang kuning cerah menjadikanya lebih menarik dibandingkan dengan tempe kedelai. Tempe ini sering diolah menjadi kripik tempe