Jawa timur terkenal dengan produksi petisnya,
petis berasal dari jawa timur sehingga banyak sekali diproduksi di daerah
tersebut. Bumbu yang disukai di pesisir pantai utara jawa timur adalah petis.
Petis digunakan sebagai bumbu penyedah hidangan
tradisional khususnya jawa timur, biasanya dipakai untuk bumbu rujak cingur,
rujak tahu, rujak gobet, rujak manis, kupang lontong di daerah sidoarjo,
semanggi lontong balap (surabaya), tahu campur (lamongan) tahu tek (lamongan)
dan campor (madura)
Petis terbuat dari produk sampingan hasil laut
yang dipanasi hingga cairan mengental seperti saus yang lebih padat.
Dalam pengolahan selanjutnya, adonan petis
ditambah dengan karamel gula merah atau
gula pasir
Inilah yang menyebabkan warnya menjadi coklat
pekat serta rasanya manis dan gurih. Jika ptis berwarna putih maka gula yang
digunakan yaitu gula pasir.
Nutirisi dalam petis
Petis ternyata bukan sekadar bumbu penambah cita
rasa yang tidak ada gizinya. Proses ekstrasi dari bahan baku yang digunakan
untuk membuat petis masih menyisakan nutrisi di dalamnya.
Petis juga mengandung beberapa nutrisi yang
dibutuhkan oleh tubuh. Diantaranya karbohidrat, kslori, lemak dan protein. Selain
itu juga mengandung zat besi, kalsium dan fosfor.
Selain nutrisi, petis mengandung asam glutamat,
merupakan jenis asam amino yang dominan didalamnya.
Seperti yang terkadung dalam dalam bubuk penyedap,
sehingga pemakaian dalam jumlah sedikit dapat menyedapkan masakan yang dibuat.
Meskipun protein di dalam petis cukup tinggi,
petis tidak bisa dijadikan sebagai bahan makanan sumber protein karena hanya
dipakai dalam jumlah sedikit.
